Tampilkan postingan dengan label DUNIA ARMY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA ARMY. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

Kehebatan dan Kecanggihan Sukhoi SU-35


 
Pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi Su-35. Pesawat ini termasuk jenis pesawaat tempur generasi kelima / Foto: defenseindustrydaily.com

JAKARTA
- Pemerintah Indonesia telah memutuskan membeli satu skuadron Sukhoi Su-35. Pesawat tempur buatan Rusia itu untuk memperkuat pengamanan wilayah udara Indonesia.

Pesawat bermesin ganda ini dianggap sebagai pesawat generasi ke lima karena kelebihan yang dimilikinya. Bagaimana tidak, pesawat turunan dari Su-27 ini mampu melakukan manuver yang tidak bisa dilakukan oleh pesawat tempur lainnya yakni, berhenti seketika di udara, mampu terbang cepat di ketinggian dan bisa membawa banyak rudal udara ke udara.

Berdasarkan data yang dihimpun Sindonews, pesawat dengan tempat duduk tunggal ini juga dilengkapi sistem avionik canggih dan memiliki kecepatan supersonik sekitar 1,5 mach yakni dua kali kecepatan suara dan dianggap mampu melampaui pesawat tempur siluman generasi kelima F-22 Raptor buatan Amerika Serikat

Kelebihan lainnya, pesawat Su-35 ini memiliki sistem pencarian dan pelacakan inframerah termasuk sensor non elektromagnetik untuk pendeteksian jarak jauh. Serta peralatan jamming yang mampu menurunkan kemampuan radar pesawat musuh. Termasuk radar untuk mendeteksi sinyal dari belakang guna menembakkan peluru kendali SARH.

Su-35 juga bisa melesat hingga 2.390 km/jam dan mampu menempuh jarak hingga 4.500 km, sedangkan kecepatan maksimal F-22 mencapai 2.410 km/jam dengan jarak tempuh 2.000 km. Kedua pesawat ini dilengkapi dua buah tangki bahan bakar.

Spesifikasi Sukhoi-35

Kru: 1
Tipe                  : Pesawat tempur multi-peran
Produsen          : Sukhoi
Perancang        : Mikhail Simonov
Acuan dasar     : Sukhoi (Su-27)
Pengguna         : Angkatan Udara Rusia
Panjang            : 21,9 m
Lebar sayap     : 15,3 m
Tinggi               : 5,90 m
Luas sayap       : 62,0 m²
Berat kosong    : 18.400 kg
Berat terisi        : 25.300 kg
Berat maksimum lepas landas  : 34.500 kg
Mesin: 2× Saturn 117S dengan turbofan TVC
Dorongan kering: 8.800 kgf (86,3 kN)
Dorongan dengan afterburner: 14.500 kgf masing-masing


Kecepatan maksimum: Mach 2,25 (2.390 km/h) pada ketinggian
Jarak jangkau: 3.600 km ; (1.580 km di atas daratan)
Jarak jangkau feri: 4.500 km dengan tangki bahan bakar tambahan
Batas tertinggi terbang: 18.000 m
Laju panjat: >280 m/s
Beban sayap: 408 kg/m²
Dorongan/berat: 1,1

Persenjataan

1 × 30 mm kanon internal Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dengan 150 putaran
2 × rel ujung sayap untuk peluru kendali udara ke udara R-73 (AA-11 "Archer") atau poda ECM
12 × stasiun rangka dan sayap untuk sampai 8.000 kg artileri, termasuk peluru kendali udara ke udara, peluru kendali udara ke darat, roket, dan bom seperti:

Vympel R-27: R-27R, R-27ER, R-27T, R-27ET, R-27EP, R-27AE
Vympel R-77: R-77, dan R-77M1, R-77T yang diajukan
Vympel R-73: R-73E, R-73M, R-74M
Kh-31: Kh-31A, Kh-31P (Peluru kendali anti-radiasi)
Kh-35: Kh-59
Kh-29: Kh-29T, Kh-29L
Bom terpandu laser KAB-500
Bom terpandu laser KAB-1500
Bom terpandu laser LGB-250
250 kg bom tak-terpandu FAB-250
500 kg bom tak-terpandu FAB-500
Roket terpandu laser S-25, roket tak-terpandu S-250
Poda roket tak-terpandu S-8
Poda roket tak-terpandu S-13‬

Rabu, 04 Maret 2015

Download Mp3 Jathilan Full Babak



Bagi agan penggemar dan penikmat JPA Atau Jathilan bisa download mp3 atau lagu jathilan secara gratis di link bawah ini:

Jathilan Koleksian

Terimakasih
Salam Budaya

Kamis, 19 Februari 2015

10 Tank Tercanggih

Ada berbagai jenis tank yang digunakan militer untuk bertempur. Dan berikut ini daftar 10 tank tercanggih yang pernah diciptakan di dunia versi dari blogbintang.com
1. Leopard 2A6 

Tank tercanggih dari berbagai sumber ini memiliki spesifikasi sebagai berikut :
  • Mampu mendaki hingga kemiringan 60 derajat dan melaju hingga 72 km.
  • Tank ini juga memiliki daya jelajah 550 Km.
  •  Bobot 62 ton,
  • dipersenjatai dengan meriam kaliber 120 mm dan dua senapan mesin 7,6 mm.
  • Tank Leopard 2A6 dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi.  Saat ini jenis tank ini  dgiunakan Jerman, Kanada, Yunani, Belanda, Portugis dan Spanyol sebagai andalan.
2. Challenger 2 
Jinis Tank ini memiliki proteksi yang sangat baik dalam menahan gempuran musuh. Berikut Spesifikasi dari jenis tank tercanggih 2 ini :
  1. Challenger 2 dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi.
  2. Tank ini memiliki berat 62,5 ton.
  3. Dipersenjatai meriam kaliber 120 mm yang efektif digunakan pada jarak 3.000 meter, namun mampu mencapai jarak 5.000 meter.
  4. Daya jelajah 450 km, dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.
3. MIA2 Abrams
MIA2 Abrams! Ini tank tercanggih andalan Amerika Serikat dan mampumelibas musuh-musuhnya di seluruh dunia. Baju besinya dilapisi uranium, sementara lapisan dalam tank dilapisi Kevlar untuk menjamin keselatan kru tank.
  1. Mampu menghancurkan tank lain dalam radius 4 Km.
  2. Tiga senapan mesin menambah seram tank berbobot 62,5 ton ini.
  3. MIA2 Abrams memiliki daya jelajah 400 km dan kecepatan maksimun 67 Km.
  4. MIA2 Abrams dioperasikan 4 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi.
  5. Senjatanya mengandalkan meriam M256 120mm.
4. K2 Black Panther 
Tank jenis ini Disebut-sebut paling mahal saat ini. Mengusung perlindungan seperti M1A2 Abrams milik Amerika Serikat, namun dengan bobot yang lebih ringan, hanya 55 ton.
  • Tank K2 dioperasikan 3 awak.
  • Senjatanya meriam kaliber 120 mm, dengan dua senapan mesin.
  • Daya jelajah 430 km, dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.
  • K2 akan membuat Kavaleri Korea Utara berfikir dua kali sebelum bertempur head to head dengan tank ini.
5. Tank T-90

Jenis Tank T-90 menjadi andalan Rusia di era pasca Perang Dingin. Tank ini merupakan pengembangan dari Tank T-72 semasa perang dingin. Ada beberapa varian Tank T-90, selain digunakan untuk pertempuran, Rusia juga membuat varian penyampu ranjau dan keperluan zeni konstruksi. India membeli lisensi dari Rusia untuk membuat tank kelas beratnya sendiri, Bhisma. Rusia kini sedang mengembangkan T-95, sebuah monster kelas berat berlapis baja yang lebih canggih.
  • Tank T-90 dioperasikan 3 awak dengan berat 46,5 ton.
  • Senjatanya meriam kaliber 125 mm, dan dua senapan mesin.
  • Daya jelajah 550 km dengan kecepatan maksimum 60 km/jam.
6. Tank Merkava Mk IV

Bobot tank produksi Israel ini mencapai 65 ton sebagai tank yang memiliki proteksi paling kuat terhadap serangan saat ini. Tidak hanya di bagian atas tank, bagian bawah pun dilapisi baja cukup tebal untuk menahan ledakan ranjau darat. Karena jenis tank tercanggih Israel ini dibuat untuk selalu waspada terhadap serangan lawannya dari jazirah Arab.
  • Tank Merkava Mk IV dioperasikan 4 awak.
  • Senjatanya meriam kaliber 120 mm, mortir 60 mm,
  • satu senapan mesin 12,7 mm dan dua senapan mesin 7,6 mm. D
  • aya jelajah 500 km dengan kecepatan maksimum 70 km/jam.
7. Tank Tipe 99 China

Selain jenis Tank Tipe 90, China mengembangkannya menjadi Tank tercanggih Tipe 99.
  • berkolaborasi dengan Rusia. Tank Tipe 90 dilengkapi meriam kaliber 125 mm dan cocok digunakan dengan misil 9K119 Refleks yang dikenal sebagai pembuhun tank kelas berat.
  • Tank ini memiliki daya jelajah 600 km, dengan tanki tambahan.
  • Kecepatan maksimum 60 km/jam di jalan offroad dan 80 km di jalan raya. Cukup ngebut untuk ukuran tank kelas berat.
  • Tank Tipe 90 memiliki perlindungan 1.000-1 200 mm. Cukup tebal untuk menahan gempuran dalam pertempuran antar tank kelas berat. Bobotnya 54 ton dan dioperasikan 4 awak.
8. Tank KIA1 
Salah satu andalan KRL untuk tank kelas berat adalah KIAI. Tank jenis ini untuk menghadapi korea utara :
  •  Tank ini mengusung meriam kaliber 120 mm dan dua senapan mesin.
  • Komandan Tank mengoperasikan senapan mesin 12,7 mm dan penembak mengurusi senapan mesin 7,62 mm.
  • Tank ini memiliki daya jelajah 500 km dan kecepatan maksimum 65 km/jam.
  •  Tank berbobot 54,5 ton ini,
  • dioperasikan 4 awak.
  • Masing-masing bertugas sebagai komandan tank, penembak, pengisi peluru, serta pengemudi.
9. Tank Tipe 90 Jepang
Tanktercangging ini menjadi salah satu andalan pasukan bela diri Jepang dan mulai digunakan sejak tahun 1992.
  • Tank Tipe 90 memiliki daya jelajah 400 km, dan kecepatan maksimum 70 km/jam.
  • Mesinnya menggunakan Mitsubishi 10ZG Disel yang mampu menghasilkan 1.500 tenaga kuda.
  • Tank ini dioperasikan 3 awak.
  • Beratnya 50,2 ton, dan dipersenjatai meriam kaliber 120 mm dengan kapasitas 40 peluru serta senapan mesin kaliber 12,7 mm, atau 7,62-mm.
Namun walaupun salah tank tercanngih Rencananya, secara perlahan Jepang akan mengganti Tipe 90 ini dengan tank TK-X yang lebih ringan namun memiliki sejumlah keunggulan manuver dan proteksi.
10. Tank Leclerc 
Jenis Tank Leclerc diproduksi GIAT Industries di Perancis. Pertama kali prototipenya dibuat tahun 1989.  Selain Perancis, Arab Saudi juga memiliki ratusan tank ini.
  • Kecepatan maksimum 72 km/jam.
  • Tank Leclerc menggunakan mesin disel turbo VD V8X-1500 berkekuatan 1.500 tenaga kuda.
  • Lapisan perlindungannya terdiri dari baja, keramik and Kevlar. Salah satu keunggulannya mudah diperbaiki jika terkena tembakan.
  • Bobotnya 56 ton dan dioperasikan 3 awak. Masing-masing bertugas sebagai komandan, penembak dan pengemudi. Untuk senjata, Leclerc diperkuat meriam 120 mm dan senapan mesin kaliber 12,7 mm, atau 7,62-mm.
  • Daya jelajah mencapai 650 km dengan tanki cadangan, 550 km tanpa tanki cadangan
Semua Informasti jenis jenis tank tercanggih diatas dikutip blogbintang.com dari www.military-today.com dan diterjemahkan oleh detik. Semua gambar diambil dari google image.

Rabu, 14 Januari 2015

NUKLIR SAUDI DITAKUTI IRAN

Kekuatan militer Saudi yang tidak pernah ditampakkan khususnya senjata andalannya -nuklir- akhir April kemarin dimunculkan ke publik sebagai show force sekaligus memperingatkan negara Persia Iran dan Yahudi Israel.
Sejatinya, negara-negara di Timur Tengah tidak diizinkan mengembangkan senjata nuklir berdasarkan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir, meski demikian US dkk memberikan angin segar kpd Iran, sehingga negara Syiah ini dengan bebas memproduksi senjata nuklir.
Tetapi, mengapa Iran begitu mati-matian ngotot mau membuat senjata nuklir ?
Ternyata, Iran yang selama ini berkoar-koar ingin merebut Tanah al-Haramain, sangat takut akan senjata nuklir milik Saudi.
Ya, sejak tahun 1980, saat Rusia sibuk perang di Afghanistan, dan Iran vs Irak masih saling tembak, Saudi telah membeli sekitar 60 Rudal ‘Riyah al-Sharq’ (Angin Timur) dengan hulu ledak nuklir dari RRC untuk jaga-jaga.Sejak saat itu, Saudi juga menjadi donator utama pengembangan senjata nuklir Pakistan-sampai saat ini. Isu yg beredar dan selalu ditampik oleh kedua pihak, bahwa Pakistan sedang membantu Saudi dalam mengenbangkan senjata nuklir tercanggih di bawah koordinator Bapak Nuklir Muslim, Abdul Qadir Khan.
Jadi, tahukan sekarang mengapa Iran begitu ngotot harus punya nuklir? Bukan Amerika atau Yahudi Israel yang ditakutinya, tetapi Saudi-lah target sesungguhnya yang akan dihancurkan. Saudi bermain sangat cantik, tidak mudah pamer sekaligus tidak mudah cemas, tidak seperti Iran yang bak macan ompong.
Untuk pertama kalinya, Saudi memamerkan rudal CSS-2 (Riyah al-Sharq), pada 2014: https://www.youtube.com/watch?v=xYrUyJMC0-Y

Tujuh Alasan Amerika Tidak Menyerang Iran





JAKARTA-(IDB) : Adam Lowther, analis Pertahanan Amerika Serikat, mengemukakan tujuh alasan pertimbangan AS tidak menyerang Iran. Ini tujuh alasan dari anggota analis pertahanan AS di Universitas Angkatan Darat Amerika tersebut.

1. Iran punya kapabilitas militer yang mumpuni untuk menghadapi Amerika Serikat dalam beberapa dekade ini. Iran tidak seperti negara-negara bekas invasi AS, seperti Grenada, Panama, Somalia, Haiti, Bosnia, Serbia, Afganistan, atau Irak. Militer Iran jauh lebih kompeten dan memiliki kemampuan. Iran juga berpengalaman dalam mempelajari taktik dan strategi AS melalui pengamatannya selama perang Irak satu dekade ini.

Angkatan laut Iran punya keterampilan laut yang baik dalam pertempuran litoral dan mempunyai kemampuan untuk menutup Selat Hormuz untuk waktu yang cukup lama. Penutupan Selat Hormuz ini dapat menjadi posisi tawar yang tinggi atas diberlakukannya sanksi ekonomi terhadap Iran. Dampak paling signifikan atas penutupan Selat Hormuz adalah naiknya harga minyak dunia.

2. Tidak seperti Irak, Angkatan Darat Iran dan Korps Pengawal Revolusi Iran tidak akan meletakkan senjatanya pada serangan awal. Menurut Lowther, Iran banyak belajar dari Irak dan Afganistan tentang bagaimana mengalahkan AS. Iran tidak akan menyerah begitu saja pada serangan pertama dari AS.

3. Kementerian Intelejen Iran merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Kementerian Iran terbukti dapat mengatasi kelompok-kelompok yang bersifat anti-Iran selama 3 tahun terakhir. Bahkan baru-baru ini Pengadilan Revolusioner Iran menjatuhi hukuman mati kepada seorang pria keturunan Iran-Amerika Serikat karena terbukti menjadi mata-mata CIA, dinas rahasia Amerika Serikat.

4. Gerakan Perlawanan Hizbullah kemungkinan besar dapat membantu perlawanan Iran terhadap AS. Menurut Lowther, Hizbullah dapat memainkan peranan penting bagi Iran untuk memberikan perlawanan bagi AS. Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, memperingatkan bahwa apa pun yang dilakukan Israel atau Amerika Serikat secara militer pada fasilitas nuklir Iran akan mengarah pada perang dengan melibatkan banyak pihak.

"Saya tidak mengancam, tapi setiap orang yang punya perasaan dapat melihat bahwa serangan Israel-AS terhadap Iran atau keterlibatan militer di Suriah akan mengarah pada perang regional," kata Nasrallah di selatan Beirut, November 2011.

5. Iran mempunyai kemampuan yang mengesankan dalam perkembangan dunia maya. Lowther menulis serangan terhadap infrastruktur nuklir Iran kemungkinan akan berlanjut. Peretas alias hacker Iran mungkin akan menargetkan data penting di sektor publik dan swasta, yang dapat mematikan sistem dan data.

6. Militer AS layak untuk beristirahat, terlebih setelah hampir satu dekade terus berperang.

7. Serangan AS atas Iran akan membawa AS ke dalam perang yang lebih besar. Akibatnya, sulit bagi AS melakukan istirahat dan perbaikan.

Pada akhirnya, Lowther menyarankan AS untuk menimbang kembali semua pilihan sebelum beralih kepada konflik militer.
Soalnya, sudah satu dekade ini AS berperang dengan Irak dan Afganistan. Joseph Stiglitz, peneliti AS, berpendapat, perang ini menjebak AS ke dalam krisis ekonomi dan terbenam dalam lilitan utang akibat biaya militer yang amat tinggi.

Sumber : Tempo

Kamis, 08 Januari 2015

TOPOL-M Rudal Balistik Antar Benua

Rudal Balistik Antar Benua Topol-M
Topol-M (kode nama NATO:SS-27) adalah rudal balistik antarbenua (ICBM - intercontinental ballistic missile) yang saat ini berada dalam layanan pasukan Roket Strategis Rusia (RVSN). Topol-M dikembangkan oleh Institut Teknologi Termal Moskow (MITT) dan merupakan versi upgrade dari rudal Topol RS-12M.
Topol-M adalah ICBM pertama kali yang dikembangkan oleh Rusia setelah pecahnya Uni Soviet. Rudal ini diluncurkan dari silo bawah tanah -Silo=bangunan bawah tanah tempat peluru kendali-.
Sekitar 52 rudal Topol-M peluncuran silo (silo-based) dan 18 Topol-M bergerak (mobile) sudah melengkapi Angkatan Darat Rusia per Januari 2011. Sebanyak 450-500 rudal diharapkan akan dikerahkan antara 2015 dan 2020.
Pengembangan Topol-M

Pengembangan Topol-M digagas oleh MITT dan Biro Desain Yuzhnoye pada akhir tahun 1980-an. Namun, Yuzhnoye yang merupakan perusahaan Ukraina, menarik diri dari program, dan semua dokumentasi diambil oleh MITT pada tahun 1992, menyusul pembubaran Uni Soviet.
Pengembangan Topol-M dikonsolidasikan dan telah disetujui oleh pemerintah Rusia pada tahun 1993. Konsorsium dipimpin oleh produsen MITT dengan melibatkan sekitar 500 perusahaan Rusia. Perakitan akhir dibuat di Pabrik Mekanik Votkinsk.
Rudal Balistik Antar Benua Topol-M
Topol pertama diuji coba pada bulan Desember 1994. Resimen silo-based pertama dinyatakan operasional pada tahun 1998. Sistem rudal antarbenua ini secara resmi diterima ke dalam layanan pada bulan April 2000.
Tes pertama dari Topol-M peluncur mobile dilakukan pada bulan April 2004. Versi pertama dari Topol jenis ini diserahterimakan kepada Federasi Rusia pada tahun 1995.
Tiga unit Topol-M pertama peluncuran mobile memasuki layanan dengan unit rudal Rusia dan ditempatkan dekat kota Teykovo pada bulan Desember 2006. RS-24, varian multiwarhead dari rudal Topol-M, pertama kali diuji tembak dari situs peluncuran Utara pada Mei 2007. Sebuah varian rudal Topol yang mampu membawa beberapa hulu ledak independen.
Fitur ICBM Topol-M

Topol-M adalah ICBM solid-propelan tiga tahap. Membawa hulu ledak nuklir tunggal di bawah perjanjian pengawasan senjata AS-Rusia. Di desain dapat membawa hulu ledak MIRV. Kisaran jangkauan Topol-M adalah 11.000 km dengan kecepatan 17.400 km/jam.
Rudal ini diluncurkan dengan menggunakan booster khusus yang disebut PAD yang merupakan tahap pertama untuk menembak ke udara dengan mendorong rudal keluar dari wadah penyimpanan (kontainer). Motor ini dikembangkan oleh Soyuz Federal Centre for Dual-Use Technologies.
Rudal Balistik Antar Benua Topol-M
Topol-M dibimbing oleh sistem navigasi otonom digital inersia menggunakan receiver GLONASS onboard. Waktu pembakaran mesin diperpendek untuk menghindari deteksi selama fase dorongan oleh satelit surveilans peluncuran rudal di masa sekarang dan masa depan.
Topol-M dapat melakukan manuver untuk mengelak dari tembakan rudal pencegat (sistem rudal pertahanan udara). Lintasan balistik Topol-M yang datar menjadikan rudal anti-balistik (ABM) sulit mengintersepnya.
Rudal antarbenua ini juga terlindung dari radiasi, electromagnetic pulse (EMP) dan ledakan nuklir, dan mampu menahan tembakan dari senjata/teknologi laser.
Platform Peluncuran Topol-M

Terdapat sekitar sepuluh silo-based yang terisolasi di Rusia untuk meluncurkan rudal ini. Silo bawah tanah ini awalnya dikembangkan untuk rudal R-36M dan UR-100N. Elemen-elemen pada silo yang berharga mahal tetap digunakan seperti protective covers dan sistem kontrol dengan sedikit perubahan. Dari silo-based, Topol-M tetap memakai kontrol peluncuran dan sistem komunikasi yang sudah ada (untuk R-36M dan UR-100N).
Situs peluncuran bawah tanah ini terdiri dari bunker kontrol dan komando, keamanan, power supply dan sistem deteksi ledakan nuklir. Komplek peluncuran ini didesain dapat menahan serangan tinggi senjata-senjata konvensional.
Rudal Balistik Antar Benua Topol-M
Rudal Topol-M versi peluncuran mobile ditembakkan dari sebuah tabung peluncur transporter erektor (TEL) yang dipasang pada truk besar MZKT-79921, sebuah truk delapan poros yang dimodifikasi. TEL ini dikembangkan oleh Biro Desain Pusat Titan dan diproduksi di pabrik Barrikady.
Topol-M mobile dapat diluncurkan setiap saat, bahkan pada saat melalui medan yang buruk. Chassis-nya dengan jack untuk peluncuran. Dilengkapi Gas Onboard dan sistem hidrolik untuk tetap mempertahankan ketinggian kontainer peluncuran.
Karakteristik dan Spesifikasi

Tipe : Intercontinental ballistic missile
Asal : Rusia
Pengembang : Moscow Institute of Technology Thermal (MITT)
Operator : Angkatan Darat Rusia
Panjang : 22,7 m
Diameter : 1,9 m
Kecepatan : 17.400 km /jam
Jangkauan : 11.000 km                            

Sistem Rudal Patriot

MIM-14 Patriot adalah sistem rudal permukaan-ke-udara (SAM) yang digunakan oleh Angkatan Darat AS dan beberapa negara sekutunya. Patriot diproduksi oleh Raytheon Company dari Amerika Serikat, dan namanya diambil dari nama komponen Radar dari sistem rudal ini. AN/MPQ-53 yang merupakan jantung dari sistem rudal ini dikenal sebagai "Phased Array Tracking Radar to Intercept On Target" atau disingkat menjadi PATRIOT.

Sistem Patriot menggantikan sistem rudal Nike Hercules sebagai sistem Medium Air Defense (HIMAD) Angkatan Darat, dan juga menggantikan MIM-23 Hawk System sebagai sistem pertahanan udara taktis menengah Angkatan Darat AS.

Selain menjalankan peran tersebut, sistem rudal Patriot juga diberikan fungsi sebagai sistem anti-rudal balistik Angkatan Darat AS (ABM), yang kini menjadi misi utama Patriot.

Patriot menggunakan rudal pencegat udara canggih dan radar dengan kinerja tinggi. Patriot dikembangkan di Redstone Arsenal di Huntsville, Alabama, yang sebelumnya mengembangkan sistem Safeguard ABM dan komponennya yaitu rudal Spartan dan Sprint. Simbol untuk Patriot adalah gambar dari Minuteman era Perang Revolusi.
Sistem Rudal Patriot

Sistem Rudal Patriot

Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem Rudal Patriot
Sistem rudal Patriot telah dijual ke Taiwan, Mesir, Jerman, Yunani, Israel, Jepang, Kuwait, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania dan Spanyol. Pada tanggal 4 Desember 2012, NATO juga menyetujui untuk penempatan peluncur rudal Patriot di Turki guna melindungi negara itu dari rudal yang ditembakkan dari tetangganya Suriah yang saat ini sedang berlangsung perang sipil.
Kredit foto: AP via Pravda.ru

4 Sistem Rudal Permukaan ke Udara Rusia yang Bisa Menembak MH17

Pesawat penumpang MH17 Malaysia ditembak jatuh di Ukraina timur Kamis pagi, menewaskan 295 orang. Laporan-laporan menyebutkan bahwa separatis pro-Rusia di Ukraina timur, atau militer Rusia yang ditempatkan di perbatasan Rusia-Ukraina yang menembak jatuh pesawat sipil itu. Pihak Ukraina, Rusia dan separatis pro-Rusia di Ukraina timur membantah terlibat dalam insiden itu.

MH17 terbang dengan kecepatan sekitar 805 km per jam di ketinggian 10.000 meter. Untuk menembak jatuh pesawat di ketinggian ini, diperlukan rudal permukaan ke udara atau rudal udara ke udara. Indikasi terkuat adalah MH17 ditembak jatuh oleh rudal permukaan ke udara (SAM).

Di bawah ini adalah empat sistem SAM Rusia yang bisa menembak jatuh pesawat yang terbang di ketinggian 10.000 meter:
BUK-M2E
BUK-M2. Gambar:Vitaly V. Kuzmin
Sistem Rudal BUK (Kode NATO: SA-11/SA-17)

Ukraina mengklaim bahwa separatis pro-Rusia di Ukraina timur memiliki sistem rudal BUK. NATO menyebut sistem rudal ini sebagai SA-11 GADFLY dan versi yang lebih modern (BUK-M) disebut sebagai SA-17 GRIZZLY. Sistem rudal ini dikembangkan oleh Uni Soviet untuk menggantikan sistem rudal 2K12 Kub.

BUK adalah sistem rudal mobile yang terdiri dari truk komando, truk TAR (target acquisition radar), truk TELAR (transporter erector launcher and radar) dan truk TEL (transporter erector launcher). Standar batalyon BUK terdiri dari truk komando, truk TAR, enam truk TELAR dan tiga truk TEL. Baterai BUK terdiri dari dua truk TELAR dan satu TEL.

Sistem rudal SAM jarak menengah ini telah diupgrade beberapa kali sejak diperkenalkan pada tahun 1979. Jangkauan dan kemampuannya tergantung dari jenis rudal yang digunakan. SA-11 diperkenalkan pada tahun 1979 dengan menggunakan rudal 9M38 yang memiliki jangkauan keterlibatan 5-30 km dan ketinggian 30-14.000 meter. Pada tahun 1984, SA-11 memperoleh rudal upgrade 9M38M1 yang meningkatkan jangkauannya menjadi 35 km dan ketinggian hingga 22.000 meter.

Sistem BUK-M yang lebih canggih disebut NATO sebagai SA-17, bersamaan ketika rudal 9M317 diperkenalkan pada tahun 1998. Rudal ini memiliki jangkauan keterlibatan 4-50 km dan ketinggian 30-25.000 meter. SA-17 juga mendapatkan upgrade pada TAR, yang membuatnya bisa terlibat dengan 24 target secara simultan.
S-400 Triumf
S-400. Gambar via defenceradar.com
S-400 Triumf (Kode NATO: SA-21 Growler)

Ini adalah sistem rudal permukaan ke udara yang dianggap paling canggih di dunia yang diperkenalkan Rusia pada tahun 2004. Sistem rudal jarak menengah-jauh ini memiliki tiga rudal berbeda, rudal 48N6 dan 40N6 untuk jarak jauh dan rudal 9M96 untuk jarak menengah. Bila menggunakan rudal 40N6, jangkauan keterlibatannya bisa mencapai 400 km dan ketinggian 30.000 meter.

Apa yang membuat sistem rudal ini berbeda adalah banyaknya target yang bisa dilacaknya secara bersamaan. Radar akuisisi target S-400 mampu melacak 36 target aerodinamis dan 72 rudal. Sebagai perbandingan, sistem rudal BUK hanya mampu melacak 24 target. Saat ini, hanya Rusia yang mengoperasikan S-400 meskipun ada kemungkinan diekspor ke negara lain.
2K12 Kub
2K12 Kub. Gambar: Chmee2
2K12 Kub (Kode NATO: SA-6 GAINFUL)

Sistem rudal permukaan ke udara jarak menengah Rusia ini merupakan pendahulu dari sistem rudal BUK. Dirancang pada tahun oleh Uni Soviet pada tahun 1959 dan diproduksi antara 1964-1985. Sebagai pendahulu, 2K12 tidak lebih sebagai versi sederhana dari BUK yang memiliki jangkauan keterlibatan antara 3-25 km dan ketinggian 11.000 meter. Rusia diketahui masih mengoperasikan beberapa sistem 2K12 Kub diwilayahnya.

S-75A Dvina
S-75A Dvina. Gambar: Biso
S-75A Dvina (Kode NATO: SA-2 GUIDELINE)

Sistem rudal high altitude permukaan ke udara ini dirancang Uni Soviet untuk mencegat pesawat pembom dan mata-mata Amerika Serikat. Sistem rudal ini menjadi terkenal setelah berhasil menembak jatuh pesawat U-2 Amerika Serikat di era Perang Dingin. S-75 juga berhasil menembak jatuh pilot AS saat Perang Vietnam.
Sistem S-75A Dvina dilengkapi dengan radar dan rudal yang dapat mencegat target yang terbang di ketinggian 35.000 meter dan jarak 66 km (tergantung versi). Rusia telah mengekspor sistem rudal ini ke Asia (termasuk Indonesia di era Soekarno) dan Afrika. Rusia tidak lagi menggunakan sistem ini. Beberapa negara yang masih menggunakan sistem ini adalah Libya, Korea Utara dan Suriah.
 
Sumber:  http://www.artileri.org/2014/07/4-sistem-rudal-permukaan-ke-udara-rusia.html

Kamis, 04 Desember 2014

Daftar Jumlah ALUTSISTA Indonesia 2014






TNI AU
12 Pesawat coin Super Tucano (pesan 16 unit, 4 sudah datang)
16 Jet tempur Golden Eagle (sudah datang semuanya Jan 2014)
8 Jet tempur F16 setara blok 52 (jumlah pesanan 30 F16 upgrade)
5 Pesawat angkut sedang CN295 (pesan 9 unit, 5 sudah diterima thn 2013)
8 Pesawat angkut berat Hercules (pesan 9 unit, 1 sudah diterima thn 2013)
6 Helicopter Cougar
6 UAV Heron
4 Radar Thales
1 Simulator Sukhoi

TNI AL
37 Tank amfibi BMP3F (sudah datang dan diserahkan resmi Jan 2014)
25 Kendaraan amfibi LVTA1 dari Korsel (hibah batch 2)
5 Tank amfibi jenis BTR-4 (Pesanan sebanyak 55 unit)
10 MLRS RM Grad
11 Helikopter anti kapal selam Panther
4 Pesawat intai maritim CN235 MPA
4 Helicopter angkut Bell 412 Ep
3 Kapal perang light fregat “Bung Tomo Class”
3 Kapal perang jenis KCR (Kapal Cepat Rudal) 60 m
2 Kapal perang jenis KCR 40 m
3 Kapal perang jenis LST (Landing Ship Tank)
2 Kapal perang jenis BCM (Bantu Cair Minyak)
3 Kapal perang jenis patroli cepat
1 Kapal perang jenis latih layar
2 Kapal selam Kilo
2 Kapal hydrografi

TNI AD
103 MBT Leopard II
50 Tank Marder
38 Howitzer Digital Caesar Nexter
36 MLRS Astross II Mk6
900 Truk angkut pasukan
800 Rantis
80 Panser Anoa
5 Battery Rudal Starstreak
5 Battery Rudal Mistral
180 Rudal Anti Tank Javelin
150 Rudal Anti Tank Nlaw
20 Helikopter Bell 412Ep (6 sudah diserahkan)
16 Helikopter Fennec
6 Helikopter Mi17

Berikut yang dalam proses pembuatan dan dalam proses pengadaan.
Proses Pembuatan
3 kapal selam Changbogo di Korsel
2 kapal perang jenis PKR di Belanda (opsi sampai 10 unit)
8 Helicopter Apache
1 kapal latih layar buatan Spanyol (pengganti Dewaruci)
Proses Pengadaan
16 jet tempur Sukhoi SU35
6 kapal selam Kilo
12 Helikopter Blackhawk

Berikut MEF 2 (2015-2019)
Proses Pembuatan
Pengadaan satelit militer · Penerapan Kogabwilhan
Pemenuhan alutsista 3 Divisi Marinir
Pemenuhan alutsista 3 Divisi Kostrad
Pengadaan sistem jaringan pertahanan udara strategis
Pengadaan peluru kendali SAM jarak sedang
Pengadaan peluru kendali SAM jarak pendek
Pembelian 2-3 kapal perang jenis Destroyer
Pembelian 5-6 kapal perang jenis Fregat
Pengadaan 2 kapal perang jenis LPD atau LHD
Lanjutan Proyek PKR 10514 dengan 4 opsi kapal perang
Lanjutan Proyek KCR 60 m dengan opsi 6 kapal perang
Lanjutan Proyek KCR 40 m dengan opsi 6 kapal perang
Penyelesaian 3 kapal selam Changbogo
Kedatangan 6 kapal selam Kilo
Kedatangan 1 skuadron jet tempur Sukhoi SU35
Penambahan 1 skuadron jet tempur (Gripen, Rafale, Typhoon)
Produksi bersama peluru kendali anti kapal C705
Pengembangan varian peluru kendali C705
Pengembangan Roket Rhan jarak tembak 100 km
Pembelian 7 pesawat CN295 batch 2
Pembelian 3 pesawat AEW
Pembelian 2 pesawai intai strategis
Pembelian 200 MBT (Main Battle Tank)
Produksi 100 Tank medium Pindad
Pembelian MLRS Astross batch 2
Pembelian 100 Panser Anoa Canon
Pembelian 100 Tank amfibi BMP3F

Kamis, 17 April 2014

Macam-Macam Jenis Sniper

ImageImageImage 
Secara umum Sniper di gunakan dan Di Khususkan untuk menembak dengan Jangkauan (Range) yang jauh., Jangkauannya pun Bermacam-macam, bahkan bisa mencapai 2.000 M Lebih
Berawal dari CITA CITA saya,

  Jadi saya tertarik untuk Memosting Beberapa jenis sniper yang mungkin dipakai pada POLRI dan TNI Indonesia. …….
 ini dia,,,,,
1. Image
                                     QBU-88
 Spesifikasi :
Kaliber: 5,8 mm Cina
Operasi: gas, rotating bolt
Panjang senapan: 920 mm
Panjang laras: 620 mm
Bobot: 4,1 kg
Magasen: isi 10 butir peluru
Jarak tembak efektif: sampai diatas 800 meter
Senapan runduk GBU-88 atau sering disebut Type 88 merupakan senapan runduk produksi Cina dengan kaliber 5,8x42mm. Senapan ini bukan senapan runduk murni, lebih cocok disebut sebagai senapan petembak tepat (marskman), penembakan semi otomatis denga pembidikan semampu mata memandang seperti standar senapan serbu infanteri.
Senapan ini dilengkapi dengan teleskop dengan pembesaran 4x atau dengan pembidik malam. Senapan semi-otomatis dengan operasi sistem gas, menggunakan short stroke gas piston yang terletak diatas laras, serta three lug rotating bolt. Layout bullpup dilengkapi dengan bipod yang dapat disetel, serta teleskop.
2. Image
                    MSG-90
 MSG-90 merupakan senapan runduk militer semi-otomatis yang dirancang oleh Heckler & Koch. MSG-90 merupakan standar untuk “Militärisches Scharfschützen Gewehr” (senapan runduk penembak tepat), angka “90″ menandai tahun produksi pertamanya. Senapan ini merupakan versi militer dari senapan PSG1, keduanya merupakan kelanjutan dari senapan G3.
Kesamaan antara MSG-90 dan PSG1 pada trigger group (3 lb adjustable trigger pull). Popor pada MSG-90 dapat disetel posisi ketinggiannya (cheek), alas bahu (shoulder), dan lebih kecil dan lebih ringan dari popor PSG1. Sistem pembidik menggunakan sistem rel ‘Weaver’ untuk meletakan pembidik senapan. Rel yang serupa digunakan pada senapan sesri HK21E, 23E, dan G41.
Bobot laras lebih kepada moncongnya untuk membantu keharmonisan kestabilannya untuk meningkatkan akurasinya. Laras semakin panjang dengan adanya tambahan flash suppressor. Senapan ini juga dilengkapi dengan bipod yang dapat disetel ketinggiannya.
3. Image
                             AIG Alpine TPG-1
               Spesifikasi :
Kaliber: bervariasi dari .223 (5,56x45mm) sampai .338 Lapua
Operasi: manual, rotating bolt
Panjang senapan:
Panjang laras: 650 mm (untuk kaliber Lapua: 700 mm)
Bobot:
Magasen: isi 5 butir peluru
Akurasi: sampai 0,5 MOA dengan amunisi pilihan khusus untuk pertandingan.
Senapan runduk Alpine TPG-1 (Taktisches Prдzisions Gewehr – tactical precision rifle) diproduksi oleh Unique Alpine AG, Austria. Senapan TPG-1 merupakan senapan modular, berpresisi tinggi dapat digunakan oleh militer maupun kepolisian. TPG-1 dirancang dengan aksi three-lug rotating bolt. Dilengkapi dengan rel Picatinny untuk penempatan lat bidik.
Popor dari bahan polymer dan dapat disetel serta mudah dilepas. Dilengkapi dengan bipod dan dapat dipasangi peredam suara.
4. Image
                           SVN98 Eksperimental
               Kaliber: 12,7x108mm
               Operasi: bolt action
Panjang senapan: 135 cm
Panjang laras: 100 cm
Bobot: 11 kg
Magasen: isi 5 butir peluru.
Pembidik: teleskopik 
5. Image
                             TRUVELO .50
              Spesifikasi :
Kaliber: .50 BMG (12,7x99m)
Operasi: manual, bolt action
Panjang senapan: 1510mm
Panjang laras: 950 mm
Bobot: 16 kg
Magasen: single shot atau magasen isi 5 butir peluru.
Senapan runduk anti-material kaliber .50 buatan pabrik senjata Truvelo Armory, Afrika Selatan dirancang untuk menghadapi material tempur dan anti-petembak runduk. Senapan runduk ini diklaim memiliki keakuratan 1 MOA pada jarak efektif 1500 meter.
Truvelo .50 menggunakan ”backbone” metalic yang sederhana, dimana berbagai komponen lainnya dipasang pada badan utama tersebut. Receiver masif dibuat dari bahan baja, rotating bolt dirancang dengan dua locking lug frontal, dan satu locking lug belakang. Laras dengan free-floated dan muzzle brake yang cukup besar. Senapan ini dibuat dalam dua versi, versi penembakan tunggal dan versi dengan magasen isi 5 butir peluru.
Senapan ini tidak memiliki laras konvensional, penembakan bertumpu pada bipod.
6. Image
                                 XM500
Spesifikasi :
Kaliber: .50BMG (12.7x99mm)
Operasi: gas operated, semi-automatic
Bobot: 11.8 kg
Panjang: 1168 mm (46″)
Megasen: isi 10 butir
Mulai diperkenalkan pada tahun 2006, dibandingkan senapan runduk produksi Barret Firearms Co. lainnya, senapan ini lebih ringan, kompak dan ergonomis serta memiliki akurasi yang lebih tinggi (karena factor stationary, non-recoiling barrel), kontruksi dengan layout bullpup. Jarak tembaknya sama dengan versi Light Fifty (keluarga M82).Kamar gas dan piston berada dibawah laras. Kunci laras menggunakan rotary bolt. Popor bullpup terbuat dari bahan metal, dengan alas bahu dari bahan karet. Dilengkapi dengan bipod yang dapat disetel ketinggiannya. DIlengkapi dengan rel Picatinny untuk meletakkan alat bidik.
 7. Image
                                           M82A1
SPESIFIKASI:
Kaliber: .50 BMG (12,7 x 99mm)
Operasi: short recoil, semi-automatic
Panjang keseluruhan: 1448 mm
Panjang laras: 737mm
Megasen: isi 10 butir peluru
Pembidik: telescopic 10x
Bobot kosong: 12,9 kg
Muzzle velocity: 854 meter/detik (M3 Ball)
Jarak efektif: 1800 meter
Akurasi: sub-MOA dengan amunisi match
Harga perunit: sekitar US$. 8,010.00
8. Image
XM107/M107
              Senapan runduk jarak jauh, semi-otomatis M107 kaliber .50 BMG, mulai digunakan oleh AD AS awal tahun 2000, untuk versi komersial disebut sebagai Barret M107. Ini merupakan jenis baru dari M82                                 Special Applications Scoped Rifle. M107 digunakan untuk taktis tradisional penembak runduk, namun untuk jarak jauh, kontra penembak runduk, dan peran anti-material.
              Tidak ada perbedaan yang significant antara Barret M82A1M/M82A3 dan M107. Namun pada M107 terdapat monopod belakang dan sedikit penyempurnaan pada bagian dalam isi senapan.
             XM107 awalnya dibuat sebagai senapan runduk bolt-action yang menjadi pilihan       AD Amerika setelah melalui kompetisi ketat. Pemilihan XM107 ini didasari dari versi Barret M95. Namun sesunggunya AD    AS tidak memerlukan senapan runduk tersebut. Saat pernyataan tidak ada kebutuhan dikeluarkan, justru anggaran untuk XM107 sudah disediakan. Maka diambil keputusan untuk mengganti M82 dengan M107.      Barrett saat ini tengah mengembangkan M107 dalam versi yang lebih ringan dalam program yang disebut “Anti-Material Sniper Rifle Congressional Program,” dan sudah dibuat skema untuk pembuatan komponen utamanya seperti rangka receiver dan muzzle brake dengan bahan yang lebih ringan. Barret XM107 dan M107, seperti versi M82 masih dikelompokkan pada Barrett “Light Fifty” (kaliber .50).
9. Image
                              SVG DRAGUNOV
                 Senapan runduk Dragunov SVD (Snayperskaya Vintovka Dragunova), merupakan senapan semi otomatis rancangan Evgeniy Fedorovich Dragunov dari Rusia antara tahun 1958 dan 1963. Senapan  ini dianggap sebagai senapan penembak tepat militer pertama dengan presisi tinggi dan banyak dipakai oleh kalangan penembak tepat dinegara-negara Eropa Timur.                Kamar peluru SVD kaliber 7.62 x 54R, dengan kecepatan laras 830 meter/detik, senapan ini dapat menggunakan amunisi Mosin Nagant M1891/30, tetapi akan lebih akurat untuk amunisi 7N1 yang memang dirancang untuk senapan SVD. Tahun 1999, amunusi 7N1 diganti dengan 7N14 dengan bobot proyektil 151 grain. Sejauh ini amunisi 7N14 masih belum dipasarkan untuk ekspor.Jarak mematikan tembakan SVD mencapai 1000 meter, namun jarak tembak yang paling efektif adalah 600 meter.Standar senapan SVD termasuk scope PSO-1 4×24 dan dengan filter infra-merah pasif bertenaga batere. Terdapat juga reticule yang terdiri dari multiple aiming point (chevrons) untuk pembidikan jarak sampai 1000 meter.Senapan SVD terus dimodernisir oleh pabrik Izhmash dengan menghilangkan lightening cuts (peredam cahaya) pada kedua sisi receiver. Dengan cara tersebut ternyata senapan lebih efektif dalam menggunakan amunisi dengan tekanan yang lebih tinggi.Variant:
RUSIA:
• Snayperskaya Vintovka Dragunova Skladnaja (SVDS): versi Linud, dikembangkan pada 1980an. SVDS memiliki popor tubular metal yang dapat ditekuk ke kanan. Pada posisi popor terlipat, senapan tidak dapat ditembakan, panjang laras 590mm.
• SVU: versi bullpup dari SVD dengan laras 520mm, dilengkapi bipod dan flash/sound suppressor.
• SVU-A (SVU dengan kemampuan selective fire).
• Dragunov Tiger: versi sipil dari SVD.
CINA:
• Type 79: Tiruan SVD buatan Norinco.
• Type 85: Penyempurnaan dari Type 79.
• NDM-86: Versi ekspor, tersedia dalam kaliber .308 Winchester atau 7.62x54R.
IRAQ:
• Al-Kadesiah: SVD versi Iraq
POLANDIA:
• SWD-M: versi modernisasi dengan laras yang lebih berat, bipod, scope PCO LD-6×42.
10. Image
                                  STANAG 2310
             Data Teknis:
Kaliber: 7,62x51mm NATO (STANAG 2310)
Kapasitas megasen: 5 atau 20 butir (detatchable box magazine)
Aksi: semi oomatis (roller-delayed blowback)
Berat kosong: 6,4 kg
Panjang: 1165mm
Panjang laras: 600mm
Jarak tembak efektif: 1000 meter.
11. 
                                 SAKO TRG
Spesifikasi :
Kaliber: TRG-21/22: 7,62x51mm NATO (.308 Winchester),
TRG-41/42: .300 Winchester Magnum dan 8,60x70mm (.338 Lapua)
Operasi: bolt action
Panjang senapan: TRG-22: 1150mm (TRG-42: 1200mm)
Panjang laras: TRG-22: 660mm (TRG-42: 690mm)
Bobot: TRG-22: 4,7 kg (TRG-42: 5,1 kg)
Magasen: TRG-22 isi 10 butir peluru, TRG-42 isi 5 butir peluru.
Senapan runduk TRG dirancang dan diproduksi oleh perusahaan Sako dari Finlandia. Versi dasarnya TRG-21 dan TRG-41, bolt action dengan rotating bolt yang memiliki three massive lug di depan. Sistem aksi yang sama juga terdapat pada senapan berburu TRG-S. Popor dari bahan komposit yang dapat disetel, demikian juga dengan picu senapan. Laras dibuat dari bahan khusus yang sangat kuat.
Perbedaan utama antara TRG-21 dan TRG-41 adalah amunisi yang digunakan, TRG-21 merupakan standar caliber 7,62mm NATO (.308 Winchester), sedangkan TRG-41 memiliki caliber .300 Winchester dan .338 Lapua (kelas Magnum) serta memiliki laras yang lebih panjang.
12. 
                           FN30-11
Spesifikasi :
Kaliber: 7,62mm NATO (.308 Winchester)
Operasi: Bolt action
Panjang senapan: 1117 mm
Panjang laras: 502 mm
Bobot kosong: 4,85 kg
Magasen: isi 5 butir peluru
Senapan runduk FN30-11 diproduksi oleh Fabrique Nationale, Belgia, dengan rancangan penyempurnaan dari Mauser 1898, dengan aksi three lug bolt (2 forward), popor dari kayu yang dapat disetel. Pembidik teropong standar FN pembesaran 4x dan pisir logam micrometric. Laras dilengkapi flash hider yang sama dengan FN MAG. Walau sudah tidak diproduksi lagi, senapan ini masih banyak digunakan oleh berbagai kalangan angkatan bersenjata.
13. 
                                          SSG-P1
Spesifikasi :
Kaliber: 7,62x51mm NATO (.308 Winchester) dan .243
Operasi: Bolt action, rotating bolt
Panjang senapan: 1140 mm
Panjang laras: 650mm
Bobot kosong: 3,9 kg (4,6 kg dengan teleskop)
Magasen: isi 5 atau 10 butir peluru.
Senapan runduk Steyr SSG (SchrfShutzenGewer 69) dikembangkan dan diproduksi oleh pabrik Steyr-Daimler-Puch, Austria (Bukan Steyr Manlincher). Secara teknis SSG-69 beroperasi dengan sistem bolt action, rotating bolt (6 lug) dengan masukan magasen. Senapan yang diberi nama SSG 69 (AKA SSG-P1) aslinya dilengkapi dengan pisir logam, dan pada versi modifikasi tidak dilengkapi pisir tersebut. Di Amerika senapan ini diberi kode M24 dan banyak digunakan oleh petembak runduk dari Angkatan Darat Amerika (kemudian disaingi oleh Remington Model 700).
Senapan runduk Steyr SSG kini ditawarkan dalam empat model versi militer; SSG-PI, SSG-PII, SSG-PIIK dan SSG-PIV. SSG-PI aslinya dikembangkan sebagai senapan kontra petembak runduk, dan dilengkapi dengan synthetic stock. Memiliki laras sepanjang 660mm dilengkapi dengan pembidik logam dan pembidik teleskop standar NATO.
SSG-PII versi polisi sebagai senapan runduk taktis memiliki laras sepanjang 26”, SSG-PIIK memiliki laras dengan panjang 20” (508mm). SSG-PIV di Eropa disebut SSG SD memiliki laras sepanjang 16” (406mm) dengan tambahan flash hider (peredam cahaya api saat memuntahkan peluru) dan dapat dipasangi peredam suara. Semua versi SSG dilengkapi popor dari bahan polymer.
14. 
                             SIG SCOUT TACTICAL
Spesifikasi :
Kaliber 7,62mm NATO (.308 Winchester)
Operasi: bolt action, rotating bolt
Panjang senapan: 1039 mm
Panjang laras: 508 mm
Bobot kosong: 3,3 kg
Magasen: isi 5 atau 10 butir peluru
Senapan runduk SIG Scout diproduksi oleh Steyr company, Austria, dengan mengambil konsep dari ‘suhu’ senjata Amerika Jeff Cooper, dengan kemampuan tembak jarak menengah antara 300-400 meter. Akhirnya senapan ini diproduksi dengan sistem operasi Safe Bolt System. Popor dari bahan polymer yang dapat disetel panjangnya, bipod lipat dan teropong bidik dengan pembesaran 2,5x untuk akuisisi target secara cepat pada jarak pendek dan menengah. Magasen cadangan dapat disimpan pada penyimpan khusus pada popor senapan yang bentuknya agak unik.
15. 
                                   CZ700
Spesifikasi :
Kaliber: 7,62mm NATO (.308 Winchester)
Operasi: Bolt action
Panjang senapan: 1215 mm
Panjang laras: 650 mm (4 groove, twist 305mm RH)
Bobot: 6,2 kg
Magasen: isi 10 butir peluru
16. 
                                 Barrett M107CQ
 Barret mengeluarkan versi baru dari M107 yaitu, M107CQ dengan ukuran yang lebih pendek dan lebih ringan. Tujuannya untuk digunakan oleh petembak tepat di pesawat helikopter, kapal patroli kecil, kendaraan pengawal konvoi dan CQB (Close quarter battle).
Karakteristik umum: Kaliber .50, bobot kosong 12,9 kg, kapasitas magasen 10 butir, bobot megasen isi 1,87 kg, panjang senapan 1,446 mm, panjang laras 737mm, kecepatan laras 853 m/detik, jarak tembak maksimum 6.812 meter dengan jarak efektif 1.829 meter.
17. 
                                      MARK 12 SPR
Senapan serba guna (Special Purpose Rifle/SPR) AL AS, Mark 12 Mod 0/1 digunakan oleh pasukan khusus AS dalam operasi di Iraq. Senjata ini merupakan format deviasi dari senapan infantri AR15/M16, kamar peluru untuk kaliber 5,56x45mm. Maka perannya lebih diarahkan sebagai fungsi penembak tepat dan penembak runduk terbatas.
SPR awalnya diperkenalkan oleh Mark Westrom, saat ini sebagai president direktur Armalite. Program SPR tumbuh dengan dukungan AD dan AL Amerika karena kemampuannya yang jauh lebih baik dari senapan karabin M4 M4 namun ukurannya lebih pendek dari standar M16A2/A4. Perkembangannya berjalan seiring dengan program SOPMOD Block II, dan senapan pengintai U.S. Navy SEAL (16″ flat-topped AR-15/M16).
18. 
                                 OSV96
Kaliber: 12,7x108mm
Operasi: gas operated, rotatin bolt, semi-otomatis
Panjang senapan: 1746 mm (popor lipat: 1154 mm)
Panjang laras: 1000 mm
Bobot kosong: 12,9 kg
Magasen: isi 5 butir peluru.
Senapan runduk kaliber 12,7mm PSV-96 awalnya dikenal dengan nama V-94, dirancang dan diproduksi pada era 1990an oleh KBP (Instrument Design Bureau), Tula, Rusia. Beberapa tahun kemudian senapan ini mengalami beberapa penyempurnaan dan perancangan ulang dan hasilnya berupa Senapan runduk OSV-96.
Senapan ini memiliki rancangan yang uni, bolt lock terpasang langsung ke perpanjangan laras, hal ini memungkinkan membentuk engsel antara laras dan receiver. Saat senapan OSV96 tidak digunakan, senapan dapat dilipat pada engsel tersebut. Dengan demikian senapan akan mudah disimpan dan dibawa-bawa. Laras free-floated dengan kombinasi muzzle brake – flash hider. Bipod dapat dilipat dan disetel ketinggiannya. OSV-96 biasanya dilengkapi dengan teropong bidik atau pembidik malam hari, dilengkapi juga dengan pisir logam.
19. 
                                    Armalite AR50
Spesifikasi :
Kaliber: .50 BMG (12,7x99mm)
Operasi: bolt action, single shot
Panjang senapan: 1499 mm
Panjang laras: 787 mm
Bobot: 18,61 kg
Muzzle device: cylindrical multiflute recoil check
20. 
                                     SR-25
Senapan runduk semi-otomatis SR-25 dirancang oleh Eugene Stoner dan diproduksi oleh Knight’s Armament Company. Menggunakan metoda rotating bolt dan sistem gas direct impingement. Dasar mekanismenya mirip AR-10 Stoner (sama dengan AR-15/M16), yang dirancang ulang untuk kaliber 7.62 x 51 mm NATO. Lebih dari 60% komponen SR-25 serupa dengan komponen AR15/M16 – kecuali receiver, hammer, laras dan carrier/bolt. Laras SR-25 dibuat oleh Remington Arms dengan model rifling 5R (5 grooves, rounded), dengan twist 1:11.25 (1 putaran dalam jarak 11.25″ (286mm)). Panjang laras 609mm jenis free-floating dengan tingkat akurasi 0,75 MOA (minute of arc) – sangat bagus untuk semi-otomatis.
Semua model SR-25 dilengkapi dengan sistem rel Picatinny-weaver pada bagian atasnya untuk dipasangi berbagai macam alat teropong bidik, termasuk tuas penjinjing M16A3 dengan pisir logamnya. Senapan ini dirancang untuk penembakan 1 minute-of-angle groups pada jarak 600 yards (~150mm groups at 550 meters).
Sistem senapan runduk AL-AS Mk 11 Mod 0 (Nomor stok nasional 1005-01-475-7980) merupakan sistem senapan yang lengkap dengan dasar rancangan senapan semi-otomatis SR-25. Awalnya dikonstruksi untuk memenuhi kebutuhan pihak US Navy SEAL.
21. 
                                       M82A2
Spesikasi :
Kaliber: .50 BMG (12,7x99mm)
Panjang: 1409mm
Panjang laras: 737mm
Bobot kosong: 14,75kg
Jarak tembak maksimum atas target peralatan: 2100 meter
Muzzle velocity: 900 meter/detik.
Kapasitas megasen: 10 butir.
Harga perunit: sekitar US$ 6,000.00
Status: tidak diproduksi lagi 
                                                       

22. 
                                    XM109 BARRET
Senapan runduk lainnya dari Barret adalah XM109, dikembangkan dengan kaliber 25mm.
  Dalam pengembangan XM109 tahun 2002, digunakan M82A1 sebagai platform experimental prototype OSW (Objective Sniper Weapon). M82A1 dipasangi dengan laras kaliber 25mm yang ukurannya lebih pendek, dan menembakan amunisi low-velocity high explosive yang dikembangkan untuk 25 mm OCSW automatic grenade launcher. Percobaan OSW memperlihatkan peningkatan efektivitasnya terhadap berbagai jenis target, tetapi recoilnya diluar batas manusia. Senjata ini kemudian dikenal dengan sebutan Barrett ‘Payload Rifle’, dengan kode XM109, dirancang untuk menghadapi target kendaraan tempur ringan dan sejenisnya.
       Amunisi yang digunakan pada XM109 dan XM307 (produk untuk program Objective Crew Served Weapon/OCSW) adalah kaliber 25x59mm. Apabila dikehendaki, baik XM109 maupun XM307 dapat dikonfigurasi ulang menjadi kaliber .50 BMG.
SPESIFIKASI:
Kaliber: 25x59mm
Operasi: Short recoil, semi-otomatis
Megasen: isi 5 butir amunisi
Bobot: 15 kg
Panjang keseluruhan: 1168mm
Muzzle velocity: 790 meter/detik
Jarak tembak efektif: 3000 meter (3 km).
        Pengembangan senapan runduk diberbagai pabrik senjata terus dilakukan bahkan sampai dengan saat ini. Kecenderungan pengembangan senapan runduk anti-material semakin intensif sejalan dengan pengamatan berbagai operasi yang ada saat ini seperti invasi Amerika dan sekutunya di Iraq dan berbagai operasi anti-teroris.Pengembangan dilakukan bukan saja untuk memperoleh jenis senapan baru, tetapi juga untuk mendapatkan amunisi jenis baru yang dianggap lebih efektif.
23. 
                                 M82A3 BARRET
        SASR (Special Application Scoped Rifles) M82A1 dan M82A3 merupakan senapan runduk jarak jauh caliber .50 BMG, efektif untuk menghadapi target manusia maupun material. Banyak digunakan oleh kalangan USMC.
Amunisi untuk M82A1/A3. Untuk mencapai keakuratan maksimum digunakan amunisi DODIC A606, kaliber .50 API MK211 Mod 0, digunakan sebagai standar untuk operasi. Juga dapat menggunakan amunisi jenis standar militer .50 cal. M2 Browning (.50 BMG atau 12,7x99mm NATO). Tidak dibenarkan untuk menggunakan amunisi jenis .50 SLAP (Saboted Light Armor Penetrator).
Pembidik Optik untuk M82A1/A3. Senapan M82 dilengkapi dengan pembidik optic Leupold M series 10x atau Unertl 10-power scope, USMC menggunakan 10x Unertl Sniper Scope yang biasa digunakan pada senapan runduk M40A1/A3. M82A1M (USMC M82A3) dilengkapi dengan rel Picatinny (MIL-STD-1913) untuk pemasangan alat bidik seperti AN/PVS-10. Disiapkan juga pisir lipat sebagai pendukung.
24. 
                                     Mk 11 Mod 0
        Mk 11 Mod 0 oleh kalangan luas dianggap sebagai salah satu senapan semi-otomatis yang sangat akurat, digunakan juga oleh kalangan pasukan elit Israel. Dibuat juga untuk versi sipil dengan harga jual US$. 7.500 per pucuk.

Mk 11 Mod 0 menggunakan amunisi kaliber 7.62x51mm NATO (setara dengan .308 Winchester). Sistem Mk11 termasuk senapan, magasen isi 20 butir, QD scope ring, Leupold Vari-X Mil-dot riflescope, Harris swivel-base bipod pada Knight mount, dan QD sound suppressor, diproduksi oleh Knight’s Armament Co.
Menurut pihak pabrik Knight’s Armament Company, inti dari sistem Mk 11 adalah free-floated RAS (Rail Accessory System) fore-end. Fore-end aluminium tidak menimbulkan kontak dengan laras didepan receiver, sehingga memungkinkan untuk mencapai keakuratan yang tinggi. Mk 11 Mod 0 menggunakan RAS fore-end KAC 11.35 in (288 mm) long match, memudahkan dalam penambahan/pengurangan komponen dengan standar MIL-STD-1913.
Sistem Mk 11 Mod 0 sama dengan KAC senapan runduk semi-otomatis XM110 yang menggunakan sistem rel URX, memiliki popor yang dapat disesuaikan panjangnya.
Catatan; KAC SR-25 sebagai dasar sistem Mk 11 Mod 0 tidak sama dengan senapan runduk M21 yang digunakan oleh USSOCOM. Walau keduanya menenmbakan amunisi kaliber 7.62 x 51 mm NATO, M21 modifikasi dari M14, sementara KAC SR-25 merupakan derivatif dari AR-10.
SPESIFIKASI:
Varian: Match rifle – laras 609mm, bobot: 4,88 kg
Match rifle ringan – laras 508mm, bobot: 4,31 kg
Karabin – laras 406mm, bobot: 3,52 kg
Sport – laras 508mm, bobot: 3,97 kg
Panjang senapan: 1118mm
Kaliber amunisi: 7,62x51mm NATO
Aksi: Gas operation, rotating bolt, semi-automatic.
25. 
                                M95 BARRET
 Senapan runduk bolt action Barrett M95 atau dikenal juga dengan nama 95M merupakan penyempurnaan dari M90. Dirancang dengan konfigurasi bullpup sehingga ukurannya lebih pendek (114,3 cm) – panjang laras 73,7 cm, memiliki bobot kosong 10,7 kg. Kamar peluru dibuat dari bahan pelat chrome untuk mendapatkan ekstraksi yang lebih baik dan tidak menimbulkan korosi. Selain itu terdapat sedikit penyempurnaan pada mekanisme trigger/firing pin. Megasen dengan kapasitas 5 butir peluru kaliber .50 BMG, seperti Barret M82, dapat digunakan sebagai senapan anti-material maupun penembak runduk jarak jauh. Kecepatan laras 854 meter/detik dengan jarak maksimum 1.800 meter..
26.  
       
                                    M82 BARRET
         Senapan runduk M82 merupakan senapan dengan kategori high-powered heavy sniper rifle dikembangkan dan diproduksi oleh American Barrett Firearms Company. Disebut juga dengan nama “Light Fifty” karena kalibernya yaitu .50 BMG (12.7 mm). M82 dibuat dalam dua varian – varian asli M82A1 (dan A3) serta varian bullpup M82A2 yang kini tidak diproduksi lagi dan akan digantikan dengan versi XM500.
Barrett Firearms Company didirikan oleh Ronnie Barrett untuk membuat senapan semi-otomatis dengan kaliber .50 (12,7mm), awalnya untuk digunakan pada senapan mesin Browning M2. Pekerjaan mulai dilaksanakan pada awal 1980 dan membuahkan hasil pada tahun 1982 dengan sebutan M82. Barrett melanjutkan pengembangannya sepanjang era 1980an dengan mengeluarkan versi M82A1 (1986). Keberhasilan secara nyata dicapai dengan dibelinya 100 pucuk M82A1 oleh AD Swedia pada 1989. dilanjutkan dengan pembelian oleh AB AS dalam jumlah yang cukup besar (1990) untuk dioperasikan dalam Operasi Desert Shield dan Desert Storm di Kuwait dan Iraq. Dalam jajaran AB AS M82A1 disebut sebagai SASR — “Special Applications Scoped Rifle”, dan digunakan sebagai senjata anti material dan alat EOD (explosive ordnance disposal).
Jarak tembak efektif mencapai 1500 meter dengan record 2500 meter, dengan amunisi bertenaga tinggi yang sangat efektif seperti API dan Raufoss Mk 211, sangat efektif untuk menghadapi target seperti kabin radar, truck, pesawat udara yang sedang parkir dll. M82 juga dapat digunakan terhadap target manusia dari jarak yang cukup jauh atau saat ia berada dibalik pelindung seperti dinding.
Namun, senapan M82 maupun kaliber .50 lainnya tidak ditujukan sebagai senjata anti-personil. Terdapat salah konsepsi tentang kegunaan senapan kaliber .50 terhadap target manusia, para instruktur kini mengarahkan para siswa agar mengoperasikan senapan caliber .50 atas manusia hanya pada web gear atau perlengkapan lain yang dibawanya. Namun demikian U.S. Army Judge Advocate General’s office telah menerbitkan legal opinion bahwa amunisi .50 BMG dan Raufoss Mk 211 legal untuk digunakan terhadap personil lawan.Versi bullpup M82A2 diproduksi pada 1987 yang kemudian akan digantikan dengan XM500 yang mulai dikembangkan pada 2006.
Derivatif terakhir dari M82 adalah M82A3 SASR yang digunakan dalam jumlah besatr oleh USMC. Perbedaan dengan M82A1 adalah adanya Picatinny rail dibagian atas senpan untuk penempatan berbagai jenis alat bidik. Perubahan lainnya adalah penambahan monopod dibagian belakang senapan. Varian lain dari versi asli M82A1A Special Application Scoped Rifle, modelnya hampir identik hanya dirancang untuk penembakan amunisi Raufoss Mk 211 Mod 0, jenis API (Armour Piercing Incendiary).
Sebagai catatan: Senapan Barret M82A1 digunakan pada tahun 2002 sebagai platform untuk prototype percobaan OSW (Objective Sniper Weapon). Senapan ini dilengkapi dengan laras kaliber 25mm ukuran pendek, dan menembakan low-velocity high explosive shells yang dikembangkan untuk senapan pelontar granad otomatis OCSW kaliber 25mm. Dalam percobaan OSW ini terlihat bahwa hasil penembakan sangat efektif untuk berbagai jenis target, senjata ini kemudian dikenal dengan sebutan Barret ‘Payload Rifle’, dengan kode XM109.
M82 telah dirancang ulang oleh AD AS sebagaiM107. Sesungguhnya AD AS menginginkan senapan runduk kaliber .50 BMG dengan bolt-action, lalu mereka memilih Barret M95. Barrett M82 dapat dilihat dalam beberapa film buatan Hollywood seperti Navy SEALs, RoboCop, Miami Vice, Smokin’ Aces, sering digambarkan dengan kemampuan yang berlebihan sehingga menimbulkan konsepsi yang salah.
US Designation Summary
M82: 12.7x99mm Barrett M82 semi-automatic rifle.
M82A1: 12.7x99mm Barrett M82A1 semi-automatic rifle. Improved variant including redesigned muzzle brake.
M82A1A: 12.7x99mm Barrett M82A1 semi-automatic rifle variant. Optimized for use with the Mk 211 Mod 0 .50 caliber round.
M82A1M: 12.7x99mm Barrett M82A1 semi-automatic rifle variant. Improved variant including lengthened accessory rail.
M82A2: 12.7x99mm Barrett M82A2 semi-automatic bullpup rifle.
M82A3: 12.7x99mm Barrett M82A3 semi-automatic rifle. New production rifles built to M82A1M specficiations, featuring lengthed accessory rail.
XM107/M107: Initially used to designate 12.7x99mm Barrett M95 bolt-action rifle. Designation changed to apply to an product improved M82A3 variant.